Semarang – Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indoenesia khususnya Jawa Tengah sejak 8 Maret 2024 hingga hari ini. Hujan lebat dengan angin kencang dan petir diperkirakan masih akan melanda wilayah Jawa Tengah hingga 21 Maret 2024 mendatang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa cuaca ekstrem kali ini disebabkan oleh gangguan dinamika atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan adanya bibit siklon tropis di Samudera Hindia dan Teluk Carpentaria, Australia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Quatly Abdulkadir Alkatiri menghimbau masyarakat Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, yakni bencana yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi). Dan lautan (oceanografi) seperti banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.

“Informasi yang kami terima dari BMKG, cuaca ekstrem seperti saat ini diperkirakan masih akan terus berlanjut sampai 21 Maret. Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya untuk waspada terhadap bencana-bencana hidrometeorologi seperti banjir, dan tanah longsor” jelas Quatly.

Quatly menambahkan bahwa masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat hujan deras dan angin kencang.

“Sebisa mungkin kita kurangi aktivitas luar ruangan saat sedang hujan deras dan angin kencang untuk menghindari pohon tumbang dan hal yang tak diinginkan lainnya” imbuh Quatly.

Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem di Jawa Tengah ini juga diikuti oleh fenomena super new moon (fase bulan baru) bersamaan dengan fenomena perigee atau kondisi jarak terdekat antara bulan dan bumi. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan ketinggian pasang air maksimum yang dapat berujung pada munculnya gelombang tinggi dan banjir rob.

“BMKG juga memberi himbauan adanya gelombang setinggi 4-6 meter, hingga 18 Maret. Untuk itu masyarakat kami harapkan dapat menghindari beraktivitas di pantai ataupun laut dalam periode waktu tersebut” ujar Quatly.

sumber: https://jateng.pks.id/2024/03/15/cuaca-ektrem-di-jateng-quatly-imbau-masyarakat-waspadai-potensi-bencana-hidrometeorologi/