RADARSOLO.COM – Budaya dapat diartikan sebagai kesenian dan tradisi yang menjadi ciri khas suatu bangsa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Budaya juga mencakup norma-norma, etika, dan moralitas yang dianut oleh masyarakat dalam berinteraksi. Budaya juga meliputi bahasa, sastra, dan komunikasi yang menjadi penanda identitas suatu bangsa.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly A. Alkatiri menjelaskan, budaya menjadi simbol nasional Indonesia, seperti lambang Garuda Pancasila, Tari Pendet, dan cagar budaya Monas. Budaya juga menjadi daya tarik objek wisata nasional, seperti Candi Borobudur, Taman Nasional Raja Ampat, dan Danau Toba.

”Budaya juga menyentuh tren fashion dan gaya hidup modern di Indonesia, seperti busana tradisional dan tren makanan tradisional yang kembali popular,” jelas Quatly dalam acara sosialiasi Budaya Pemersatu Bangsa di Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (17/3).

Tak dipungkiri, budaya antardaerah di Indonesia punya banyak perbedaan. Dari sisi bahasa dan tradisi, budaya masing-masing daerah Indonesia memiliki bahasa, tradisi, dan adat yang berbeda dan unik. Kemudian makanan dan kuliner, setiap daerah dapat menjadi cerminan budaya masyarakatnya, seperti sate Madura, rendang Minangkabau, dan semur jengkol Betawi.

”Budaya populer, pengaruh kebudayaan global semakin terasa di berbagai daerah di Indonesia, dengan munculnya tren musik, fashion, dan gaya hidup baru,” imbuhnya.

Untuk itu, diperlukan toleransi antarbudaya dan saling menghargai, Di Indonesia, toleransi antar budaya dipraktikkan dengan saling menghargai perbedaan dan menerima keunikan dari masing-masing budaya. Pada acara tahunan seperti Hari Kartini, Idul Fitri, dan Natal dirayakan bersama dan menjadi momen kerukunan antar budaya. Kemudian, kebudayaan populer seperti dangdut dan k-pop juga menjadi ajang perpaduan dan toleransi antar budaya.

”Keberagaman budaya yang beragam dan multi-etnis di Indonesia menjadi kekuatan untuk menunjukkan keunikan dan kelebihan bangsa ini,” jelasnya.

Untuk mengatasi perbedaan budaya, lanjutnya, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama pendidikan multicultural, yakni mengajarkan keberagaman budaya membantu mengatasi perbedaan di masyarakat. Kedua, lewat seni dan musik menjadi cara untuk mengekspresikan keberagaman budaya dan mempererat persatuan. Budaya populer dan hiburan juga menjadi sarana untuk menghilangkan batas-batas perbedaan dan memperkuat persatuan.

”Budaya merupakan identitas nasional bangsa Indonesia, memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat yang beragam. Keragaman budaya di Indonesia adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan untuk kelestarian warisan sejarah dan kearifan lokal di masa depan,” tandasnya. (*/adi)

Sumber:

https://radarsolo.jawapos.com/sukoharjo/844471649/indonesia-punya-banyak-suku-dan-budaya-quatly-perbedaan-itu-sebagai-kekuatan-dan-pemersatu-bangsa