Surakarta – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dipl. -ing Quatly Abdulkadir Alkatiri memberikan apresiasi tinggi kepada moda transportasi berbasis syariah pertama di Surakarta yang diberi nama Jekmu. Jekmu tak berbeda dengan “ojek online” pada umumnya seperti Gojek, Grab dan Maxim karena menyediakan layanan online.

Kendati mirip seperti ojek online pada umumnya, namun Jekmu memiliki ciri khas yang tak dimiliki oleh pesaingnya. Jekmu mengusung konsep berbasis syariah. Selain itu, Jekmu juga menyediakan layanan offline. Dalam kesempatan serap aspirasi bersama pelaku Jekmu, Quatly mendengarkan beberapa aspirasi yang disampaikan oleh Pelaku Jekmu terkait tantangan ekonomi dan lain sebagainya.

“Kedatangan teman-teman Jekmu merupakan sebuah prestasi yang luar biasa khususnya dalam transportasi Ojek berbasis syariah”, ungkap Quatly.

Quatly sangat mengapresiasi ide mode transportasi syariah yang diusung Jekmu karena mampu menyediakan layanan ojek online yang aman dan sesuai syariat Islam dengan memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan.  Hal tersebut tentunya dapat menjadi solusi ketersedian layanan transportasi yang aman bagi masyarakat di tengah maraknya berbagai kasus pelecehan.

“Saya mencatat banyak sekali kasus pelecehan yang terjadi di mode transportasi umum salah satunya Ojek Online. menurut laporan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat 3.539 kasus kejahatan seksual di transportasi umum pada 2022. Survei Koalisi Publik Ruang Aman (KPRA) pada November–Desember 2021 menemukan bahwa 23% dari 4.236 responden pernah mengalami pelecehan di transportasi umum. Mayoritas responden adalah perempuan (83%)”, tutur Quatly.

Lebih lanjut, Quatly juga berharap agar eksistensi Jekmu terus berkembang karena Jekmu sangat dinantikan di masyarakat. Beliau juga siap mendukung peningkatan kualitas Jekmu di Surakarta dan Jawa Tengah.