BERI MASUKAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Quatly A. Alkatiri menjadi pembicara dalam giat Penyebarluasan Informasi, Peluang, Mekanisme, dan Prosedur Kerja TA 2023 di Solo, Minggu (26/11). (M.IHSAN/RADAR SOLO)

BERI MASUKAN: Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Quatly A. Alkatiri menjadi pembicara dalam giat Penyebarluasan Informasi, Peluang, Mekanisme, dan Prosedur Kerja TA 2023 di Solo, Minggu (26/11). (M.IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Jelang pergantian tahun, penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) maupun peluang lapangan kerja selalu ramai diperbincangkan. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Quatly Abdulkadir Alkatiri menggelar serap aspirasi guna menampung masukan masyarakat.
Quatly banyak menerima masukan dari berbagai lapisan masyarakat dalam giat Penyebarluasan Informasi, Peluang, Mekanisme, dan Prosedur Kerja Tahun Anggaran 2023 yang dihelat bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta di Sarila Hotel, Minggu (26/11) siang. Usulan-usulan tersebut dicatat untuk dijadikan program kerja tahun depan.

Dalam pertemuan itu, sejumlah warga yang hadir cukup antusias menyimak penjelasan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah maupun dari Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta. Warga bertanya bagaimana dinas-dinas terkait bisa memberikan peluang kerja untuk agar bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di daerah.

 

Quatly lantas memaparkan solusi lain guna mengentaskan kemiskinan dan pengangguran yang ada di Solo dan Jawa Tengah. Misalnya dengan kegiatan berwirausaha yang dilakukan dengan tahapan dan sistem yang baik. Dengan ini diharapkan para pencari kerja ini bisa memulai usahanya masing-masing, syukur-syukur malah bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.

”Intinya tidak harus kerja sama orang, kerja dewe yo iso (sendiri juga bisa, Red). Makanya warga ini juga kita kenalkan untuk kegiatan berwirausaha. Kita harus melatih agar mereka bisa mandiri. Kalau nanti orderannya banyak, mereka pasti ajak kanan-kiri mereka. Jadi warga inilah yang nantinya terlibat langsung untuk mengurangi angka pengangguran,” kata dia.

Dari banyak komunikasi dengan warga, Quatly mengamati mayoritas kebutuhan warga adalah lapangan kerja. Berbagai usulan itu disampaikan dari berbagai kalangan berbeda mulai dari kalangan petani, peternak, pelak UMKM, dan lain sebagainya semua menyampaikan keluhan soal kesempatan kerja.

 

Oleh sebab itu selain peningkatan skill yang dibutuhkan, pemerintah harus memberi dukungan penuh dalam bentuk nyata berupa alat-alat yang yang bisa membantu masyarakat secara langsung agar langsung bisa digunakan untuk bekerja.

”Kami sebetulnya sedang mengelola isu-isu untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah. Tujuanya untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah. Makanya warga ini kami informasikan tentang berbagai program yang dijalankan pemerintah, salah satunya lewat kegiatan berwirausaha itu,” kata Quatly.

Terkait penetapan UMK, Quatly meminta buruh dan pekerja menyampaikan ketidaksepakatannya soal usulan UMK 2024 ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jika merasa diberatkan dengan besaran usulan UMK yang baru sebelum digedok pada akhir bulan ini, serikat pekerja bisa berkomunikasi dengan pemprov.

Disinggung soal fenomena pengusulan UMK di berbagai daerah di Jawa Tengah dimana banyak kekecewaan dari para serikat buruh dan serikat pekerja, Quatly meminta agar memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di daerah untuk melakukan mediasi. Pekerja bisa berkomunikasi dengan anggota dewan setempat.

”Kalau kami lihat sekupnya lokal Solo, kami harus lihat kewenangannya. Kalau perlu anggota dewannya ditemui, ajak pihak ketiga ormas lain. Setelah itu baru ajak komunikasi dinas, kalau sudah ada kesepakatan baru minta dipertemukan dengan pengusaha setempat. Jadi putuskan dulu dengan dinasnya baru ke pengusahanya, kan wewenang itu kan ada di dinas,” kata dia. (adv-nif)

sumber:

https://radarsolo.jawapos.com/nasional/843341547/serap-aspirasi-terkait-kebutuhan-lapangan-kerjausulkan-kewirausahaan-untuk-tekan-angka-pengangguran