RADARSOLO.COM – Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosial, modernisasi telah membawa dampak besar pada budaya tradisional kita. Lalu strategi apa yang tepat untuk menjaga kearifan lokal?

Modernisasi merupakan proses di mana masyarakat dan budaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan pengaruh global. Hal ini mencerminkan transformasi yang tak terhindarkan dan menghadirkan tantangan budaya yang harus diatasi. Imbasnya, tantangan untuk menjaga budaya di era moderenisasi begitu berat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri menjelaskan, budaya kearifan lokal dapat memperkuat identitas bangsa. Tantangan utama yang dihadapi budaya lokal adalah kehilangan nilai-nilai tradisional dalam menghadapi tren globalisasi. Budaya kearifan lokal memiliki kekayaan nilai dan praktik yang unik, penting untuk kita jaga agar tidak hilang dalam arus modernisasi.

”Pengaruh globalisasi yang kuat dapat meruntuhkan nilai-nilai budaya lokal. Dorongan untuk memenuhi standar global sering kali mengancam warisan budaya dan praktik tradisional. Kita perlu mengenali pengaruh ini dan mencari cara untuk menjaga kearifan lokal sambil berkembang dengan perubahan zaman,” kata Quatly saat menggelar sosialisasi media tradisional bertema Tantangan Budaya di Tengah Modernisasi di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (17/3/2024).

Untuk itu, lanjut Quatly, perlu menyeimbangkan kearifan lokal dan modernitas. Pertama mempertahankan nilai-nilai budaya, memahami dan menghargai warisan budaya. Kemudian menciptakan harmoni dengan teknologi.

Pemanfaatan teknologi yang bijak dapat membantu mempertahankan budaya dan mengaplikasikan inovasi ke dalam nilai-nilai tradisional kita. Ketiga mendukung industri kreatif lokal.

”Mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal dapat menjadi salah satu cara untuk merawat dan mengembangkan kearifan lokal di tengah pengaruh modernisasi yang kuat,” imbuh politisi dari dapil VII Jateng (Kota Solo, Sukoharjo dan Klaten) ini.

Dia menegaskan, menjaga kearifan lokal dapat memelihara identitas budaya. Langkah ini membantu kita memperkuat identitas budaya sendiri dan mencegah terlupakan dalam era modernisasi ini. Selain itu kearifan lokal memberikan nilai-nilai positif yang mempengaruhi aspek kehidupan sehari-hari kita, seperti hubungan sosial, pangan, dan lingkungan.

”Kearifan lokal juga menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal maupun internasional, sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian daerah,” imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Di sisi lain, budaya saat ini yang semakin multicultural atau beragam. Sehingga menciptakan dialog saling menghormati dan memahami perbedaan menjadi sangat penting. Selain itu, tantangan memahami dan menjalin hubungan dengan budaya lain perlu dihadapi dengan keterbukaan pikiran dan menghargai perbedaan.

”Tantangan terbesar adalah menciptakan masyarakat yang terbuka dan inklusif, di mana semua kebudayaan dihormati dan dihargai. Pada akhirnya, budaya merupakan sumber daya yang tak ternilai harganya. Ketika kita mampu menghadapi tantangan budaya di tengah modernisasi, kita dapat menciptakan budaya yang kaya, inklusif, dan harmonis. Mari berjuang bersama untuk menjaga kearifan lokal dan mempromosikan persatuan dalam perbedaan,” tandasnya. (*/adi)

Sumber:

https://radarsolo.jawapos.com/sukoharjo/844471608/tantangan-budaya-di-tengah-modernisasi-quatly-ciptakan-harmoni-dengan-teknologi